Cerita Malin Kundang Asli Anak durhaka dikutuk jadi Batu
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Cerita Malin Kundang Asli Anak durhaka dikutuk jadi Batu

Topic [Show]

Cerita Malin Kundang Asli Anak durhaka jadi Batu - Apakah pernah mendengar nama Malin Kundang atau anda sudah melihat film yang mengisahkan anak durhaka kepada ibunya tersebut yang kemudian dikutuk menjadi batu? Pastinya sudah dong ... Legenda ini dipercaya oleh beberapa masyarakat belahan bumi dan kebanyakan mengatakan ini benar-benar terjadi. Namun admin tidak bisa menyimpulkan karena tidak pernah melihat kejadian tersebut, yang terpenting adalah sebagai seorang anak apapun itu bentuk dan rupa orang tua kita, maka kita wajib menghormati, menghargai dan kalau bisa membalas jasanya meskipun sampai kapanpun jasa sang ibu tidak pernah terbalaskan. Yang menjadi persoalan adalah .. seperti apa kisah cerita Malin Kundang Asli dan bagaimana ia bisa berubah menjadi batu? Simak legenda berikut ini.

Cerita Malin Kundang, dialog malin kundang, wajah asli malin kundang, isi buku cerita malin kundang, gambar malin kundang, download cerita malin kundang, tokoh malin kundang, nama ibu malin kundang, malin kundang story, cerita malin kundang bahasa inggris, cerita malin kundang berasal dari, isi pokok cerita malin kundang, pengarang cerita malin kundang

Cerita Malin Kundang Asli

Pada dahulu kala yang konon katanya berada di kampung nelayan Pantai Air Manis tepatnya di wilayah Padang, daerah Sumatera Barat hiduplah seorang wanita janda yang telah ditinggal suaminya yang bernama Mande Rubayah dan bersama seorang putra sulungnya yang tampan dengan nama Malin Kundang. Mande Rubayah adalah sosok ibu yang sangat menyayangi serta terus memanjakan Malin Kundang. Kala itupun Malin adalah sosok anak laki-laki tampan yang rajin juga penurut kepada sang ibu.

Pada dahulu kala yang konon katanya berada di kampung nelayan Pantai Air Manis tepatnya di wilayah Padang, daerah Sumatera Barat hiduplah seorang wanita janda yang telah ditinggal suaminya yang bernama Mande Rubayah dan bersama seorang putra sulungnya yang tampan dengan nama Malin Kundang. Mande Rubayah adalah sosok ibu yang sangat menyayangi serta terus memanjakan Malin Kundang. Kala itupun Malin adalah sosok anak laki-laki tampan yang rajin juga penurut kepada sang ibu.

Karena Mande Rubayah adalah sosok wanita yang sudah tua, ia tak mampu melakukan pekerjaan berat seperti dulu waktu ia masih muda, Yang bisa ia lakukan adalah bekerja dengan menjadi seorang penjual kue dan hasilnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan malin kundang.

Hari terus berganti dan suatu ketika malin Kundang jatuh sakit, Kerena sakitnya itu ia hampir kehilangan nyawanya, Namun tak disangka berkat usaha keras ibunya yang merawat dirinya, malin-pun sembuh dan mampu untuk tersenyum kembali.

Ketika malin sembuh dari sakitnya, sang ibu malah menyayangi Malin, pikirnya ia tidak ingin Malin jatuh sakit dan ia juga tidak sanggup apabila berpisah dengan malin walaupun hanya sementara dan Malin pun memiliki pemikiran yang sama dengan sang ibu yang selalu menyayangi dirinya.

Hari demi hari telah mereka lewati dengan manis getirnya kehidupan dan akhirnya Malin pun beranjak dewasa, ia memutuskan untuk pergi ke kota karena memang kebetulan saat itu ada kapal besar yang merapat di pantai air manis diwilayah tempat tinggal mereka.

Mendengar tekat Malin yang ingin merahtau ke kota, sang ibu mencoba mencegahnya namun usahanya sisa sisa, Malin tetap bertekat pergi ke kota untuk merantau.

"Jangan Malin, Ibu takut akan sesuatu menimpamu ketika kamu jauh dirantau sana, Malin ,... Tetaplah tinggal disini bersama ibu nak! Temani ibu ... Lagi pula ibu kan sudah tua, Sang ibu terus membujuknya dengan penuh perasaan yang teramat sedih."