Bila Tidak Cermat Kamu Bisa Jadi Korban Penipuan Transfer BRI
Baru-baru ini respontrik mengkonfirmasi adanya penipuan baru yang bermodus kelebihan transfer. Dan berdasarkan analisis mendalam, pelaku menargetkan para UKM dan pengusaha online yang mana mereka menerima pembayaran atas transaksinya melalui transfer bank.
Melalui informasi yang kami terima dari formulir kirim artikel, diketahui pelaku menggunakan nomor whatsApp +6282335626801 dan melakukan pemesanan es krim kesalah satu agen es krim diamond terdekat di jakarta.
Belum sempat menerima orderan melalui format yang dikirimkan oleh korban, tiba-tiba pelaku mengirimkan pembayaran dengan nominal yang melebihi harga transaksi orderan.
Bukti Transaksi transfer yang dikirim pelaku untuk meyakinkan korban. Nominalnya tidak sesuai dengan nilai transaksi atau harga penjualan.
Menurut korban, harga yang disepakati atas orderan masuk tersebut adalah 1,4 juta. Bahkan harga es krim itu sudah lengkap dengan penyewaan pendingin dan gratis ongkir.
"Harga itu sudah include pendingin dan gratis ongkir pak/bu" Tulis S (korban) kepada Pelaku, selasa 12/02/2025.
Sebelumnya korban sempat janggal akan uang yang masuk dari pelaku. Sementara itu, pada rekening miliknya, tidak ada transaksi apapun di waktu tersebut.
"Saya sempat ragu, kan belom order kok sudah transfer duluan. Lalu aku cek saldo rekening, tapi saya malah kaget, kok tidak ada transaksi sama sekali", ujar korban.
Baca juga: Penipuan Orderan Fiktif Mengatasnakan KemHan Untuk Program Makan Gratis 2025
Mendapati adanya kejanggalan tersebut, korban memeriksa bukti transfer yang diterima. Terutama pada bagian waktu transaksi yang dilakukan oleh pelaku. Kemudian korban mengvalidasi dengan waktu kapan dirinya menerima chat tersebut serta kapan transaksi itu terjadi.
Adanya pemeriksaan itu, korban menemukan adanya selisih waktu 11 menit, yakni antara transaksi itu deal dan bukti transfer itu diterima dari pelaku.
Bukti transfer dari pelaku dikonfirmasi palsu. Gambar terlihat kabur, ada perbedaan waktu pada saat kedua belah pihak menyepakati transaksi dan kapan pelaku mengirimkan bukti transfer palsu kepada korban.
"Pas saya teliti dibagian waktu dimana saya menyebutkan nominal harga dengan waktu yang tertera pada bukti transfer kok berbeda puluhan menit. Saya semakin curiga kalau ini adalah penipuan", tandasnya.
Berdasarkan informasi dari pesan whatsapp korban, saat ini pelaku penipuan menggunakan nomor rekening BRI 578001012347504 atas nama Suheri.
Setelah mengirimkan bukti transfer kepada korban, pelaku tiba-tiba meminta pengembalian karena dirinya mengatakan bahwa pelaku kelebihan melakukan transfer. Bahkan, tak segan palaku mengatasnamakan mengirimkan pesan tersebut secara beruntun yang bersifat memaksa agar korban bersedia mengirinkan pengembalian sesuai yang diminta pelaku.
"Katanya sih, pelaku kelebihan 400rb, yang harusnya bayarnya 1,4 juta dia malah ngirim uangnya 1,8 juta. Tak lama, dia chat lagi tuh, minta pengembalian 400.000 dan saya disuruh transfer balik ke rekening suaminya Suheri", Ujar korban.
Saat melakukan penipuan, pelaku mengatakan bahwa dirinya menggunakan rekening BI fast yang menjadi penyebab saldo tidak kunjung masuk. Namun berfasarkan logika, layanan BI fast harusnya tidak demikian, dimana uang yang ditransfer oleh siapapun akan segera masuk ke rekening tujuan dengan catatan "rekening itu valid".
Berbagai upaya pun dilakukan pelaku untuk mengelabuhi korban. Mulai dari menyebutkan administrasi transfer, menjanjikan uang akan masuk, dan merespon korban dalam waktu singkat.
Pelaku terus memaksa korban untuk segera melakukan transfer balik ke rekening sebelumnya dan memberi penjelasan detail guna meyakinkan korbannya.
Korban bukanlah orang sembarangan, Dia tau mana transaksi asli dan mana palsu. Bahkan korban mengaku dapat mengetahui jejak digital pelaku. Sebab, status korban saat ini adalah writers berpengalaman sekaligus pemilik depot es krim yang paham dengan teknologi.
Karena korban lebih cerdas dari pelaku, akhirnya tidak ada kerugian atas sindikat penipuan bermodus transfer ini. Meski demikian, korban tetap menghimbau kepada semua orang supaya tetap waspada saat bertransaksi. Terutama bagi pelaku usaha yang menjalankan pembayaran melalui online.
(RS/N)
Tag: penipuan online, penipuan transfer bri, penipuan transfer bank