Adegan cerita dewasa cerita cinta romantis 21+ bahasa Indonesia lengkap
Topic [Show]
Adegan cerita dewasa cerita cinta romantis 21+ bahasa Indonesia lengkap adalah sebuah cerpen romantis yang berhasil saya rilis untuk yang ke sekian kalinya. Ada banyak episode yang bisa kamu baca di Artikel sebelumnya. Semua itu saya buat hanya semata untuk menghibur kalian, Jika itu berguna, Silahkan share ke Teman terbaikmu. Beda dari cerita sebelumnya, Cerpen ini lebih merujuk ke suatu adegan yang di Perankan oleh tokoh.
Tujuan lain saya menulis Adegan cerita dewasa cerita cinta romantis 21+ bahasa Indonesia lengkap ini adalah untuk memudahkan konten kreator Youtube membuat video yang baik. Mungkin kalian juga tertarik dan ingin merilis kisah ini kedalam Video, Itu boleh saja. Tapi, Kamu harus mencantumkan kredit penulis guna menghargai mereka yang sudah berfikir menciptakan suatu hiburan yang bisa kita nikmati bersama.
Cerita Ini lebih fokus pada suatu percakapan yang dilakukan oleh pasangan kekasih. Sebut saja mereka adalah Romi dan Putri, (Nama samaran). Meski ini hanya karangan Fiktif, Tapi saya yakin bahwa kamu akan merasa sangat baper ketika menemukan Ending cerita ini. Untuk itu, Baca sampai habis dan jika perlu, Beri tanggapan kalian tentang kisah cinta mereka.

Judul | Aku sudah kebelet Pengen ..... |
---|---|
Tema | Adegan cerita dewasa cerita cinta romantis 21+ bahasa Indonesia lengkap |
Penulis | S. Supriyadi |
Sumber | Karangan Fiktif |
Tokoh utama | Romi dan Putri |
Tokoh pembantu | Budi dan Warga kampung |
Serial | Full Episode |
Alur Cerpen | Maju |
Background | Kantor, di pantai sore hari |
Dia orangnya Baik, dan Apa adanya. Mungkin hal ini yang membuat aku jatuh cinta kepada Putri. Hampir setiap hari, Kami berdua bercakap di sela waktu istirahat di Kantin. Makan dalam 1 meja itu sudah biasa aku lakukan bersama dia. Tapi, Sampai sekarang saya belum mengungkapkan perasaan ini padanya. Jujur, Aku takut dan tidak sanggup jika orang yang aku impikan tidak punya perasaan apapun. Tapi, seiring berjalanya waktu, Saya memutuskan untuk mengajak Putri keluar.
Memang Awalnya sempat ragu karena putri yang aku kenal tidak pernah keluar bersama pria lain. Pikirku, Dia tidak suka karena ia selalu berhijab dan Mungkin pula karena penampilanya yang berwibawa. Baru kali ini saya mengajaknya keluar. Sungguh, aku menaruh harap padanya. Dengan penampilan seadanya dan raut wajah yang seakan penuh harap, Saya pun memberanikan diri. "Putri, setelah pulang kerja nanti, Kamu ada waktu gak?" (Jam istirahat di kantin sebelah. Romi terlihat sedikit was was).
Putri yang sedang duduk di 1 meja pun hanya tersenyum. Tapi dibalik senyuman itu, Ia ternyata mengharapkan saat-saat seperti ini sejak dulu. Sehingga tak lama setelah Romi bertanya, Putri menjawabnya "Hmmm.... Gimana ya, Memang ada apa Rom" Tanya dia sambil menatap wajah Romi yang tampan. Putri berfikir, Ia tidak ingin di Anggap wanita murahan yang mudah di Rayu oleh pria manapun, Sehingga ia berpura-pura basa-basi.
Romi tidak putus asa, ia mencoba mencurahkan maksud tujuan dirinya. Matanya menatap wajah Cantik putri yang seolah terlukis ukiran hati "Put ... Ada yang ingin saya bicarakan ke kamu. Tapi, kalau kamu gak ada waktu juga gak apa-apa si". Sebenarnya puntri punya pemikiran sama, Tapi ia tidak mengira jika romi akan mengajaknya jalan. "Romi .... Emang kamu mau bicara apa si,.. Kan kita biasa ngobrol disini. Kenapa harus keluar? Emh .... Gimana ya? Ya sudah, tapi jangan lama-lama lho ...." Jawab putri dengan penuh penasaran.
Putri menerima ajakan Romi karena dalam hatinya terlintas rasa penasaran yang tak mungkin ia hilangkan. "Tumber Romi ngajak jalan, kira-kira dia mau ngomong apa ya? Kok aku jadi deg-degan gini" Kata Putri dalam hati.
Jam terus berputar. Semua tugas kerja sudah terselesaikan, "Al hamdulilah .... Akhirnya kelar juga" Ucap Romi dalam ruang kerja. Ia merasa bangga karena sebentar lagi ia akan pergi bersama putri. "Ow iya .... Kira-kira aku ngajak putri kemana ni? Ehem .... Gimana kalau aku ajak dia ke pantai saja. Ya benar ... Kan pass banget buat .... Benar-benar" (Romi berbicara sendiri merencanakan tempat pertemuan, Dia sangat terlihat bangga dan ceria).
Tak lama kemudian, Ia menuju ke Parkiran motor dan mengambil sebuah ponsel dari sakunya. Ia pun menghubungi Putri lewat panggilan Whatsapp "Halo Put .... Kamu dimana? Kita jadikan keluar sekarang ..." Tanya Romi kepada putri. Terlihat Putri yang sedang berjalan keluar dari ruang kerja langsung mengambil ponsel didalam tasnya yang sudah lama berdering. Kemudian ia Menjawab panggilan tersebut, "Ow iya Rom ... Bentar ya ... Aku baru saja selesai Ni. Kamu tunggu saja di parkiran. Aku akan kesana kok ..." (Jawab putri sambil terus berjalan ke tempat parkir motor).
5 Menit setelah menunggu, terlihat Putri yang sedang berjalan ke arah parkiran, "Put ....." Teriak romi sambil melambaikan tangan memberi tanda. Tak lama setelah itu, Putri sampai juga di tempat parkir motor. "Gimana, Jadi kita keluar?" Romi mencoba memastikan, Apakah putri benar menerima ajakan itu atau tidak. Tapi ternyata ia serius dan bersedia jalan bersama Romi.
@Romi : "Enggak si .... Habis kamu lucu si. Masa cantik gitu bilangnya culun. Hi .... hi ... hi ..."
@Putri : "Romi .... Emang kita mau kemana Si? Kok dari tadi kayaknya kita jalan gak sampai-sampai? Atau jangan-jangan kamu sengaja bohongin aku ya ...."@Romi : "Ye ... Siapa juga yang bohongin kamu. Gak ada untungnya kali ..... "
@Putri : "Terus kenapa kita gak sampai-sampai? Ayo dong .... ntar keburu sore ..."@Romi : "Sudah kamu gak usah khawatir..Aku gak bakal ngapa-ngapain kamu kok. Sekarang diam deh biar aku bisa fokus nyetirnya"
@Putri : "Hih ... kamu ini pintar banget kalau ngeles ...."Tak lama setelah 30 di perjalanan. Mereka pun sampai disebuah pantai. Pemandangan sore itu sangat indah. "Wah .... bagus banget Rom ... Kok kamu tahu si kalau aku suka pergi ke pantai" Ucap Putri dengan sangat bangga. Ia terkagum melihat matahari terbenam dan gulungan ombak disertai semilir angin. Terlihat mereka duduk diatas pasir menikmati sejuknya semilir angin dan ukiran cakrawala yang begitu indah.
Saat itu, Romi mencoba mengutarakan semua perasaan yang selama ini ia pendam. Baginya, Mengajak Putri tidak lebih dari cukup sebelum dia maksud dan tujuan itu.
@Romi : "Putri ... Bagaimana menurut kamu pemandanganya ... Bagus gak"