Cerita kehidupan Aku yang Sedih Bikin Pilu (kisah nyata)
Topic [Show]
Cerita kehidupan Aku yang Sedih Bikin Pilu - Hidup ini hanyalah sementara, ibaratnya kita singgah di dunia dan akan pulang ke Akhirat. Ya aku tahu itu dan semua bakal merasakanya. Hidup juga tidak selamanya indah seperti yang kamu bayangkan, hal ini telah aku rasakan ketika hendak melahirkan seorang anak pertama aku. Mungkin ini adalah cobaan yang bertubi-tubi untuk dirimu dan Allah mungkin menguji keluarga saya, Sedih banget rasanya dan di siapapun bakalan meneteskan air mata ketika dengar curhatan aku kali ini. (Dikutip dari kisah nyata).

Aku menjawabnya, "iya pak, aku akan bilang sama istri aku" ... Selang 3 hari ternyata ayah aku jatuh sakit parah dan harus di rawat ke RS terdekat karena difonis terkena penyakit Jantung dan Lambung kronis. "Aku hanya bisa meratapi kesedihan "Ya Allah, Cobaan apa yang engkau berikan kepada keluarga aku. Setelah selesai sholat, aku mendoakan kesembuhan untuk ayahku. Saat itu aku masih bisa bekerja, Tapi selang 2 hari ... Aku di beritahu oleh kakak pertama aku bahwa ayah masuk ruang ICU dan harus mendapat perawatan khusus.
Air mata Pun terus menetes membasahi pipi, Ayah yang aku cintai kini hanya bisa terbaring dan merasakan sakit yang teramat tak terkira. Aku langsung pulang dan melihat kondisi ayahku ... Beliau cuma bisa memandang aku dan tidak bisa bicara sama sekali dan kondisinya pun sangat lemah. Selang sudah terpasang dari hidung hingga ke lambung untuk mengeluarkan sumbatan yang menjadi penyebab hentinya fungsi lambung dan lubang hidung satunya dipasang selang untuk memasukan oksigen. Ya Allah , sembuhkan ayah aku ya Allah.
Meskipun ayah aku tidak bisa menjawab semua perkataan, aku terus membisiki telinga beliau, "Ayah harus sembuh ya .. yang kuat ya, sebentar lagi anak aku lahir, katanya kepengen lihat dan gendong cucu ayah ... Aku sempat melihat ayah mengeluarkan air mata. Langsung aku ambil tisu dan ku sapu air mata yang mengalir dari mata beliau. Aku tahu, ayah terus berjuang melawan rasa sakitnya.... Waktu terasa begitu cepat, 5 jam kemudian ayah sudah tak sadarkan diri, Aku bersama keluarga lainya berkumpul. Hanya tangisan keluarga yang mendalam yang terdengar di ruang ICU saat itu dan berharap Allah memudahkan kepulangan ayah.
Ya Allah, berikanlah kemudahan untuk ayah ku ya Allah, tepat malam Jum'at Kliwon, ayah meninggalkan kami semua. Aku hanya bisa menangis meronta seakan tidak percaya bahwa ayah meninggalkan saya begitu cepat. Aku pun terus berdoa "Semoga ayah di beri penerangan dalam kuburnya dan di ampuni segala dosa dosanya serta di berikan tempat yang mulia"
Waktu berlalu, 7 hari kemudian pukul 10 malam, istriku menegeluarkan cairan yang belum pernah aku lihat sama sekali. Aku tanya kepada istriku, "Sakit gak mah" Dia menjawab, tidak ayah... Akhirnya aku lega. Namun aku yakin bahwa sebentar lagi anak pertama aku bakal lahir ke dunia. Mulai malam itu saya memikirkan soal dana untuk persiapan persalinan karena uang saya sudah habis seluruh nya untuk biaya RS dan pemakaman serta selamatan almarhum ayah tercinta.
Mau tidak mau aku terpaksa dengan penuh rasa malu meminjam sertifikat tanah mertua. Alhamdulillah, ternyata di izinkan, langsung aku datang ke Kantor bang ... 5 unit bank menolak pengajuan saya dengan alasan sertifikat tidak memadai. "Ya Allah, cobaan apalagi yang engkau berikan kepada saya ..." Sempat aku putus asa dan meminta pinjaman kepada salah satu teman saya yang sudah sukses, dia pun cuma bisa menjawab " Maaf mas, uang nya sudah saya pakai buat biaya kuliah adik saya". Aku mengulangi lagi datang ke berbagai koperasi dan bank, sejak itulah ada salah satu bank yang menerima pengajuan saya dan aku mencairkan dana sebanyak 7juta.
Cerita kehidupan sedih banget - Tak cukup sampai disini saja, hari terus berlalu dan 3 hari kemudian aku membawa istri aku ke bidan. Aku takut karena kandungan sudah masuk HPL tapi perut istriku juga belum terasa mules hanya air dari sensored saja yang keluar. Ternyata pas di cek oleh bidan ... Sudah masuk pembukaan 1 dan aku juga dikejutkan karena air ketuban-nya hampir habis dan berdasarkan keterangan dari bidan air yang sering keluar itu adalah air ketuban.
Disini aku mulai khawatir dengan keselamatan anak aku dan sang istri, aku langsung merujuknya ke RS terdekat dan meminta solusi serta penanganan secara efektif agar istri dan anak saya bisa selamat. Akhirnya dokter memutuskan untuk memberi pacuan untuk merangsang bayi agar cepat keluar.
Tahap pacu pertama menghabiskan waktu 5 jam dan Gagal total, meskipun perut sudah terasa mulas, tapi tidak ada pertanda bayi akan keluar bahkan masih pembukaan satu. Aku pun tidak putus asa dan kata sang dokter "ia akan mengulang tindakan pacu sekali lagi, tapi jika gagal harus di sesar" Aku mulai was was dan "Iya dok, Silahkan ... Lakukan yang terbaik untuk anak dan istri aku"
Seketika itu setelah keputusan di sepakati, aku langsung menuju ke masjid - Ambil Ari wudlu - sholat dan berdoa kepada Allah agar diberi kemudahan dalam persalinan ini. Seusai sholat sekitar 20 menit, Alhamdulillah anak aku pertama aku lahir berjenis kelamin perempuan. Senang rasanya kala itu, namun disisi lain tersimpan bayangan yang belum terhapus tengah ayah ku bahwa ia ingin sekali menggendong cucunya. Dalam hati aku terus berkata "Ayah, cucu ayah sudah lahir, dia perempuan. Semoga ayah bisa melihatnya yah dan semoga bahagia disana ayah" sambil meneteskan air mata kebahagiaan dan kesedihan yang tercampur jadi satu.
Aku langsung mengumandangkan adzan dan Istiqomah untuk anak pertama aku dan berharap Allah SWT menjadikan anak yang Sholeha berguna dan berbakti kepada kedua orang tua.
Itulah sedikit curhat tentang cerita kehidupan aku, banyak sekali pembelajaran yang bisa Kalian petik dari isi cerpen di atas. Dan semua itu aku tulis dengan penuh penghayatan berdasar kisah nyata yang aku alami saat itu. Kini aku telah sepakat dengan istri untuk memberinya nama "Tanisha Ifa Kamila" dan berharap menjadi sosok wanita yang Sholeha.